MENEJEMEN RISIKO
A. PENGERTIAN RISIKO
Dunia penuh ketidak pastian. Apa yang terjadi belum tentu akan sama dengan apa yang telah kita rencanakan. Kepastian yang sesuangguhnya adalah ketidakpastian tersebut. ketdakpastian yang terjadi menyebabkan terjadinya risiko. Kita harus bisa menemukan kerugian potensial yang mungkin terjadi dan mencari cara untuk menangani risiko tersebut.
Dunia bisnis pun tak luput dari ketidakpastian. Ketidakpastian dalam dunia bisnis akan menyebabkan terjadinya risiko bisnis. Perusahaan merencanakan untuk menggencarkan promosi produknya dengan harapan penjualanya dapat meningkat. Dengan analisis yang mendalam diperkirakan penjualan setelah adanya promosi besar-besaran tersebut dapat meningkat sebanyak 20%. Tetapi kenyataanya penjualan hanya dapat meningkat 10%. Ini merupakan salah satu bentuk risiko yang terjadi dalam dunia bisnis. Risiko dalam bisnis tidak bisa diabaikan begitu saja. Perusahaan perlu menganalisis kemungkinan kerugian potensi dalam bisnisnya tersebut kemudian mengevaluasi dan mencari cara untuk menanggulanginya. Dengan demikian diharapkan bisnis yang dijalaninya dapat sukses meraih tujuan dengan mudah.
Risiko merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi ketika kita melakukan suatu tindakan. Risiko adalah berbagai kemungkinan yang terjadi pada periode tertentu. Risiko sering dikaitkan dengan kerugian. Jadi risiko adalah ketidakpastian yang mungkin melahirkan kerugian atau peluang terjadi sesuatu yang bad outcame.
B. LANGKAH DALAM PENANGANAN RISIKO
Dalam menangani risiko yang mungkin terjadi diperlukan menejemen risiko. Menejemen risiko adalah penerapan fungsi-fungsi menejemen dalam penanganan risiko yang terjadi, baik risiko dalam organisasi atau perusahaan, keluarga, atau pun masyarakat.
Untuk mengangani risiko yang terjadi diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi unsur-unsur ketidakpastian dan tipe-tipe risiko yang dihadapai.
2. Berusaha menghindari dan menanggulangi risiko.
3. Mencari korelasi dan konsekuensi antar peristiwa.
4. Mencari langkah-langkah dalam mengani risiko.
Sebagai contoh, ketika perusahaan konveksi memutuskan untuk mengganti mesin jahit lama yang dipakainya dengan mesin yang baru. Mesin jahit tersebut merupakan mesin dengan rancangan yang baru. Penggantian mesin produksi ini diharapkan menejemen untuk meningkatkan kapasitas produksi serta mendapatkan keuntungan berupa penghematan biaya.
Keputusan mengganti mesin tersebut mengakibatkan perusahaan menderita risiko karena apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataanya. Yang dilakukan menejemen untuk mengatasi risiko tersebut adalah mengidentifikasi unsur-unsur ketidakpastian tersebut. Risiko yang dihadapi oleh perusahaan tersebut yaitu kapasitas produksi yang semakin menurun dan membengkaknya biaya-biaya seperti biaya bahan baku, biaya biaya honorarium, dan biaya overhead pabrik. Perusahaan berusaha menghindari dan menanggulangi dengan menekan biaya yang lain tetapi mungkin ini tidak efisien.
Perusahan berusaha mencari penyebab-penyebabnya dan mengkorelasikan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Perusahaan ternyata menggunakan mesin baru dengan rancangan dan cara penggunaan yang lumayan berbeda dengan mesin sebelumnya. Dengan demikian pekerja menjadi lumayan susah dalam mengoperasikan mesin tersebut. Pekerja sering melakukan kesalahan-kesalahan dalam menjahit sehingga terjadi pemborosan kain dan benang. Selain itu karena untuk membuat sebuah baju membutuhkan waktu yang lebih lama dari sebelumnya, maka perusahaan harus memanbah uang gaji bagi karyawanya. Selain itu biaya overhead seperti biaya listrik, biaya bahan penolong , dan biaya gaji supervisor untuk mengawasi bawahanya menjadi naik. Disamping itu informasi mengenai penggunaan mesin baru tersebut kurang digencarkan oleh perusahaan.
Menejemen dapat menangani risiko ini dengan cara mengevaluasi kebijakan yang telah diambil perusahaan berupa mengganti mesin baru. Dari berbagai peristiwa yang terjadi faktor utama penyebab terjadinya risiko yang dialami perusahaan karena ketidakmampuan para pekerja dalam mengoperasikan mesin baru. Padahal apabila mesin tersebut dioperasikan dengan baik akan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi serta dapat melakukan penghematan. Dengan demikian perusahaan hendaknya melakukan pelatihan kepada pekerja-pekerja yang belum handal dalam mengoperasikan mesin baru tersebut. perusahaan tidak perlu mengganti pegawai yang belum mahir tersebut dengan pegawai yang baru karena akan menambah biaya yang cukup besar. Dengan pelatihan tersebut, pegawai dapat berlatih mengoperasikan mesin tersebut. dengan demikian pegawai yang tadinya tidak mahir menggunakan mesin tersebut dapat dengan mudah mengoperasikannya. Dengan demikian operasi produksi dapat berjalan lancar kembali dan berjalan sesuai dengan harapan perusahaan.
C. MACAM-MACAM RISIKO
Macam-macam risiko yang mungkin terjadi dapat diklasisikasikan sebagai berikut:
1. Menurut Objeknya
Risiko menurut obyeknya dibagi menjadi 6 macam risiko, yaitu:
a. Risiko murni yaitu risiko yang tidak sengaja terjadi. Misalnya kebakaran rumah karena ada gas LPG yang tiba-tiba meledak sendiri.
b. Risiko spekulatif yaitu risiko yang sifatnya disengaja. Risiko ini biasanya dilakukan dalam dunia bisnis sehingga sering disebut risiko bisnis. Dalam hal ini seseorang sengaja untuk melakukan suatu tindakan dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang namun dengan risiko yang mungkin akan meninpanya. Misalnya seseoarang melakakuan pembelian secara hedging. Pembeli tersebut membeli barang untuk beberapa periode dengan membanyar di awal dan biasanya membayar lebih tinggi. Jika pada beberapa periode berikutnya harga ternyata melambung lebih tinggi meka pembeli tersebut akan diuntungkan karena telah membayar lebih murah di awal. Namun jika ternyata harga untuk beberapa periode kedepan turun, maka pembeli tersebut akan dirugikan karena harus membayar lebih mahal sebelumnya.
c. Risioko fundamental adalah risiko yang menimpa banyak orang. Misalnya terjadi bencana tsunami yang terjadi di jepang, maka yang merasakan risiko tersebut bukan seseorang atau sekelompok orang tertentu saja tetapi banyak orang yang merasakan risiko tersebut.
d. Risiko khusus adalah risiko yang menimpa seseoarang atau sekelompok orang tertentu yang sifatnya khusus. Contoh terjadinya kecelakan, maka yang mengalami kerugian adalah orang yang mengalami kecelakan tersebut.
e. Risiko dinamis adalah risiko yang terjadi karena perubahan kondisi dalam masyarakat. Contoh setelah mengetahui peningkatan penjualanya, perusahaan memproduksi pakaian dengan jumlah yang besar dengan harapan keuntungan yang akan diterima perusahaan dapat meningkat. Tetapi ternyata masyarakat telah berubah selera dan tidak lagi menggemari model pakaian yang telah dibuat perusahaan. Risiko yang dialami perusahaan merupakan risiko akibat perubahan kondisi masyarakat.
f. Risiko statis yaitu risiko kematian yang pasti akan dialami oleh setiap mahluk hidup.
2. Menurut Penyebabnya
a. Risiko intern yaitu risiko yang muncul dari pihak dalam. Contoh demo yang dilakukan oleh karyawan sebuah perusahaan yang menuntut kenaikan gaji akan membuat produksi terganggu dan ini merupakan risiko intern perusahaan.
b. Risiko ekstern adalah risiko yang muncul dari pihak luar. Contoh karena pengaruh perubahan teknologi, ekonomi, sosial, masyarakat, dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan.
Ketidak pastian yang terjadi dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu:
a. Ketidakpastian dari segi ekonomi, misalnya perubahan selera konsumen.
b. Ketidakpastian dari segi alam, misalnya bencana alam yang terjadi.
c. Ketidakpastian dari segi kemanusiaan, misalnya perilaku masyarakat yang menentang.
D. FUNGSI MENEJEMEN RISIKO
Henry Fayol mengemukakan bahwa untuk menjalankan perusahaan dengan baik, maka perusahaan harus menjalankan 6 fungsi menejemen, yaitu:
a. Fungsi teknik
b. Fungsi komersiil
c. Fungsi keuangan
d. Fungsi keamanan
e. Fungsi akuntansi
f. Fungsi menejerial
Risiko yang terjadi pada seseoarang atau perusahaan mungkin banyak sekali. Oleh karena terlalu banyaknya risiko yang mungking terjadi, perusahaan tidak memiliki waktu yang banyak untuk memperhatikan semua risiko yang mungkin terjadi. Oleh karena itu sering sekali risiko yang terjadi dilimpahkan kepada pihak lain. Pihak lain yang dimaksud adalah pihak asuransi.
Menejemen risiko dan asuransi memiliki permasaan, yaitu sama-sama merupakan penerapan menejemen yang berkaitan dengan upaya penanggulangan risiko murni yang dihadapi masyatakat atua pun perusahaan. Namun keduanya memiliki perbedaan yanbg dapat dilihat dari tabel di bawah ini.
No Keterangan Menejemen Risiko Asuaransi
1. Kegiatan Menemukan dan menganalisis risiko murni Salah satu cara penanggulangan risiko murni
2. Tugas Memberikan penilaian terhadap teknik penanggulan risiko Menangani seluruh proses pengalihan risiko
3. Kegiatan Kerjasama dengan beberapa individu Kerjasama dengan beberapa orang dan kegiatanya lebih kecil
4. Keputusan Berpengaruh besar terhadap operasi perusahaan Berpengaruh lebih terbatas terhadap operasi perusahaan
E. TUJUAN PENANGAN RISIKO
Risiko yang mungkin dialami oleh perusahaan bisa ditangani sebelum terjadinya risiko dan sesudah terjadinya risiko. Penanganan tersebut memiliki tujuan, yaitu:
a. Sebelum terjadinya peristiwa risiko
1) Bersifat ekonomis
Perusahaan bisa memperkirakan berapa kerugian jika terjadi risiko, dan menghitung berapa asuransi yang dibayar. Setelah itu perusahaan dapat memperkirakan apakah untung atau rugi jika melimpahkan kerugian pada pihak asuransi.
2) Bersifat non ekonomis
Hal ini berhubungan dengan perasaan seperti takut, cemas, was-was, dan sebagianya. Misalnya karena perusahaan takut jika perusahaanya disatroni pencuri, maka perusahaan mempekerjakan satpam untuk menjaga keamanan.
3) Memenuhi kewajiban pihak ketiga
Misalnya perusahaan yang akan beroperasi menghasilkan limbah yang sangat mengganggu masyarakat dan ditakutkan masyarakat akan menolak berdirinya perusahaan tersebut. Karena itu perusahaan takut utuk mendirikan usahanya padahal usahanya tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi. Oleh kerana itu perusahaan mensiasati dengan mempekerjakan masyarakat sekitar, dengan demikian tidak aka nada complain dari masyarakat dan jika ada complain dapat dibicarakan baik-baika antara pihak perusahaan dengan masyarakat yang notabenya sebagai karyawan perusahaan tersebut.
b. Setelah terjadinya peristiwa risiko
1) Menyelamatkan operasi perusahaan
Perusahaan yang hancur tetap harus tetap beroperasi terutama untuk mendapatkan pendapatan untuk menutup biaya variabel.
2) Keberlanjutan perusahaan
Perusahaan yang hancur harus tetap beroperasi terutama perusahaan yang berhubungan dengan masyarakat, misalnnya bank yang mengalami risiko harus tetap beroperasi agar nasabah tidak kebingunagan mengenai dana yang disimpan.
3) Pendapatan tetap mengalir
Yaitu mengupayakan bagaimana caranya agar pendapatan perusahaan tetap mengalir yaitu dengan tetap menjaga operasi perusahaan.
4) Keberlanjutan pertumbuhan kegiatan
5) Pemenebuhan tanggung jawab sosial
Menejemen Risiko
05.57
N_rulzNice
Posted in
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

No Response to "Menejemen Risiko"
Posting Komentar